1. DreadOut dari Digital Happiness
DreadOut adalah sebuah game horror ala Indonesia yang berhasil meraih sukses di pasar game indie global. Berawal dari proyek crowdfunding mereka pada tahun 2013 di Indiegogo, Digital Happiness merilis game ini pada 15 Mei 2014, bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Game ini pun meraih kesuksesan. Dalam waktu 1 bulan, mereka berhasil mencapai 10.000 unduhan. Walaupun dalam waktu 24 jam versi bajakan dari DreadOut sudah beredar, game ini tetap dapat mencapai angka penjualan yang memuaskan. Saat ini Digital Happiness sedang menyelesaikan Act 2 dari DreadOut yang merupakan paruh ke dua dari petualangan Linda di tempat angker tersebut.
2. Tebak Gambar dari Tim Tebak Gambar
Game Tebak Gambar adalah salah satu mobile game lokal paling populer di Indonesia sepanjang tahun 2014. Walaupun mulai meningkat popularitasnya di tahun 2013, di tahun 2014 Tebak Gambar mencapai puncaknya dengan jumlah unduhan yang melebihi 1 juta di Play Store dan platform lainnya.Di Tebak Gambar kamu harus menebak serangkaian gambar yang bila digabungkan akan membentuk sebuah frase. Terkadang apa yang ada di gambar tidak ada hubungannya dengan jawaban dari tebakan, sehingga terkesan kocak dan membuat kita ingin menggaruk- garuk kepala.
Sayangnya terdapat masalah dengan Play Store yang membuat akun mereka di sana ditutup. Tapi bagi kamu yang penasaran ingin memainkannya, kamu masih bisa mengunduh Tebak Gambar di situs resmi mereka .
3. Sage Fusion dari Kidalang
Sage Fusion 2 adalah game yang bertipe hibrid, mengombinasikan role-playing game (RPG), adventure, dan visual novel. Game ini juga tidak hanya sekuel dari game Sage Fusion sebelumnya, tetapi juga menjadi episode terakhir yang menyimpulkan rangkaian ceritanya. Dirilis pada Agustus 2014, game ini menyabet berbagai prestasi di tahun 2014. Pertama dengan mendapatkan gelar di Tizen Apps Challenge kategori HTML 5. Lalu mereka berhasil menggandeng perusahaan Jepang NiwakaSoft untuk lokalisasi bahasa di pasar Jepang. Di akhir tahun ini pun mereka mendapatkan nominasi di GDG Awards di kategori Critic’s Choice dan Best Story. Sage Fusion 2 pun telah tersedia di 6 platform berbeda, yaitu Windows, Linux, Mac, Android, iOS, dan BlackBerry.
4. Almightree dari Chocoarts
Satu lagi game buatan studio lokal yang mendapat pengakuan di tingkat dunia. Game berjudul Almightree garapan Chocoarts itu selama dua minggu berturut-turut menempati jajaran kategori “ Best New Games” di toko aplikasi Apple App Store. Game yang baru diluncurkan untuk platform iOS pada 28 Agustus lalu itu mendapat kepopuleran di 109 negara, dan peringkatnya pun terus meningkat hingga menembus daftar 100 game berbayar terlaris di Apple App Store. Sementara untuk kategori game puzzle dan adventure, yang menjadi genre dari game ini, Almightree masuk dalam daftar peringklat 20 besar di toko aplikasi milik Apple itu. Tak hanya pengakuan secara komersial, Almightree juga mendapatkan penghargaan pada kategori game di ajang INAICTA 2014.
5. Mbaktin Ekstrak Manggis dari GameLan
Dibuat oleh Gathot Fajar (Creacle Studio), Frida Dwi (Agate Jogja), Dennis Adriansyah Ganda (Amagine Interactive), dan Jasson Prestiliano (Enthrean Guardian), mereka mengerjakan ini setelah menonton bersama debat capres hingga pagi hari. Lelucon ekstrak kulit manggis memang menjadi salah satu tren populer di dunia maya pada tahun 2014. Hal ini yang menjadi inspirasi mereka untuk membuat Mbaktin Ekstrak Kulit Manggis. Game ini mengajak kita untuk membantu Mbaktin mengekstraksi sari dari kulit manggis sebanyak- banyaknya. Dengan mengetuk-ngetuk gambar manggis yang ada di layar, kamu dapat mengekstraksi kulit manggis tersebut. Tapi tak semudah itu, kamu harus mengetuk manggis tersebut sesuai dengan angka yang tertera di sana. Game ini pun mendapat sambutan luas dari masyarakat, hingga masuk ke dalam berita televisi dan media nasional. Hingga kini, Mbaktin telah mencapai jumlah unduhan 50.000-100.000 kali.
6. Pora The Lake Rescuer dari NED Studio
Pora the Lake Rescuer . Game yang satu ini bisa dibilang salah satu yang paling fenomenal tahun 2014. Dalam kurun waktu satu tahun ini, game bertema lingkungan ini berhasil menyabet 3 penghargaan bergengsi. Yang terbaru adalah APICTA Awards 2014 minggu lalu , di mana Pora berhasil menempati peringkat kedua di antara 17 negara partisipan. Sebelumnya, game karya NED Studio ini juga telah berhasil memenangi INAICTA 2014 dan menjadi pemenang kategori Games Imagine Cup 2014 Indonesia . NED Studio (dulunya New Eleven Del) sendiri adalah sebuah studio game asal Toba Samosir, Sumatera Utara. Awalnya dirintis oleh 4 mahasiswa Institut Teknologi Del, kini mereka berkembang menjadi 10 orang dan terjun menjadi game startup dengan slogan “ get fun with the unique one “.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
apa yang kamu pikirkan?